REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Tim Peneliti Puslitbang Kehidupan Keagamaan

Berdasarkan UUD 1945 Pasal 29 ayat (2) disebutkan: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Untuk itu, semua agama yang hidup dalam Negara Republik Indonesia harus dijamin dan dilindungi eksistensinya, tanpa membedakan apakah ia merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia, atau dianut oleh minoritas penduduk Indonesia.

bahai dan keindonesiaanKamis, 7 Agustus 2015 menjadi kali pertama Gerakan Gusdurian Muda (GARUDA) Kota Malang bersama kaum intelektual dan masyarakat pegiat perdamaian cangkruan bareng dengan satu – satunya peneliti agama Baha’i di Indonesia, Mbak Amanah Nurish. Beliau merupakan seorang peneliti dan kandidat Doktor di ICRS Universitas Gajah Mada. Cangkruan rutin kali ini bertajuk “Iman Agama Baha’i dan Quo Vadis Kebebasan Beragama di Indonesia”.

Inilah.com, hari ini memuat tulisan mengenai Agama Baha'i. Sepertinya ini adalah bagian pertama dari serangkaian artikel tentang Agama Baha'i, karena di akhir artikel bertuliskan bersambung.

Penulis tidak merinci sumbernya, namun hal ini tentu tidak menjadi masalah karena bisa jadi ini adalah perspektif lain dari sudut pandang penulis artikel tersebut.

 Jika ingin mengetahui yang sebenarnya tentu harus dari situs resmi Agama Baha'i. Saat ini setiap negara yang mempunyai Majelis Rohani Agama Baha'i telah juga memiliki website resminya. Di Indonesia adalah www.bahaiindonesia.org

Berikut adalah tulisan lengkap dari inilah.com :