JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan, Baha'i, adalah agama baru yang diakui secara konstitusi oleh pemerintah Indonesia. Pengakuan terhadap agama ini, sudah dilakukan sejak bulan Juli lalu. Namun, penganut agama Baha'i belum diakomodir dalam kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Baha'i, agama yang baru diakui secara konstitusi di Indonesia sejak Juli lalu ternyata belum diakomodir dalam kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, menanggapi pengosongan identitas agama pada kolom agama di KTP untuk agama yang belum terdaftar di Indonesia.

"Perwakilan GKIY, HKBP Filadelfia, Syiah, Bahai, Ahmadiyah, Pengayat, Sunda Wiwitan pada siang tadi mengunjungi Mendagri untuk mengadukan hal tersebut," kata Eks Timsus FPDIP DPR 2009-2014 untuk Hak Minoritas, Eva Kusuma Sundari dalam pernyataannya, Rabu(5/11/2014).

Pertemuan perwakilan jemaat GKI Yasmin, Ahmadiyah, Syiah, Bahai dan HKBP Filadelfia di Kantor Departemen Dalam Negeri, Rabu (5/11). (Foto: SobatKBB)"Kita akan upayakan maksimal bahwa semua warga negara dapat menikmati Hak Konstitusionalnya," kata Tjahjo ketika menerima perwakilan dari jemaat GKI Yasmin Bogor, warga Ahmadiyah, warga Syiah, agama Bahai, Sunda Wiwitan dan jemaat HKBP Filadelfia di Kantor Departemen Dalam Negeri, Rabu (5/11).

Subcategories