Written by  Rio Tuasikal  Sat,18 October 2014 | 19:08
 
KBR, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menegaskan seluruh agama boleh hidup di Indonesia. Agama ini misalnya Bahai, Yahudi, dan agama lain. Hal itu sesuai dengan tafsir Mahkamah Konstitusi atas UU no 1 PNPS tahun 1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama.  


"Kalau dalam UU 1 PNPS, itu eksplisit. Misalnya itu tidak hanya yang disebut, sekadar contoh saja. Misalnya Zoroaster (agama di Persia - Red), Yahudi, Shinto. Itu yang eksplisit disebutkan. Bukan berarti yang tidak disebutkan tidak termasuk, karena itu misalnya," jelas Lukman.


Lukman mengingatkan pemerintah wajib bersikap adil kepada setiap warga negara, apa pun agama yang dianutnya. Ini karena UUD 1945 menjamin hak kebebasan beragama bagi warga negaranya.


"Konstitusi, negara, pemerintah, berkewajiban untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terhadap setiap umat beragama, terhadap setiap warga negara sesuai dengan agama yang dianutnya," tambahnya.


Menurut Lukman, UUD Indonesia telah menjamin itu sejak awal. "Itu jelas dalam pasal 29 konstitusi kita, jaminan perlindungan itu, kemerdekaan untuk memeluk dan menjalankan ajaran agama dan kepercayaan itu."


Editor: Heru Hendratmoko

 

 

Sumber: http://www.portalkbr.com/berita/nasional/3359427_4202.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter pada 18-10-2014