User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Jika telah sampai di puncak, aku hanya menikmati segarnya angin dan indahnya alam di kesendirianku saja, aku lebih memilih memikulmu di pendakian meski kadang harus merangkak dan berbagi akar untuk bergelayut saat tebingnya terjal. Karena di pendakian itu kita bisa saling mencinta.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Masyarakat Bahá’í mengatur hubungan internasional melalui organisasi Masyarakat Bahá’í Internasional (Bahá’í International Community). Sejak tahun 1948, Bahá’í International Community diakui sebagai suatu lembaga non-pemerintahan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahun 1970, Bahá’í International Community memperoleh status resmi sebagai badan penasihat ECOSOC (Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Bidang Sosial Ekonomi) dan UNICEF (Dana Anak-Anak Internasional).

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Agama Bahá’í dikenal karena kesatuan dan sifat universalnya. Secara geografis, Agama Bahá’í adalah agama kedua yang paling tersebar di dunia—berada di lebih dari 120.000 tempat di seluruh dunia—dan telah resmi diakui sebagai agama yang berdiri sendiri di lebih dari 237 negara dan wilayah teritorial. Masyarakat Bahá’í sedunia mencerminkan keanekaragaman ras manusia dan penganutnya meliputi hampir semua budaya, profesi, dan tingkat sosial-ekonomi.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Salah satu keunikan Wahyu Agama Bahá’í ialah semua Tulisan-tulisan Suci masih tersimpan dengan baik dalam bentuk asli yang disahkan oleh Bahá’u’lláh sendiri, sehingga tidak ada keraguan atas keasliannya. Dalam Ayat-ayat Suci-Nya yang diwahyukan antara tahun 1853-1892, Bahá’u’lláh mengulas berbagai hal, seperti keesaan Tuhan dan fungsi Wahyu Ilahi; tujuan hidup; ciri dan sifat roh