User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

 

 

Tak Selamanya Kenyataan Hanya Bisa Dipahami Melalui Kata-kata.

Saat itu saya mempunyai kesempatan mengkoordinir sebuah acara "Bhakti Sosial". Ini bukan sukarelawan murni, tetapi setidaknya sebagai sarana latihan. Banyak orang baik di sekitar kita, tetapi terkadang untuk memulai tindakan baik butuh contoh, sarana, dan juga pendampingan atau malah paksaan. Maka nama kegiatan yang kami pakai adalah Kunjungan Kasih. Bukan bhakti sosial, karena hanya sekedar kunjungan.

Kami bekerjasama dengan satu komunitas musik di Tangerang, yaitu Komunitas Biola Tangerang (KBT). Sehari bersama mereka, bersosialisasi, ngobrol-ngobrol dan memberikan hiburan kepada sekelompok anak-anak yang berkumpul di bawah asuhan Panti Asuhan Asomadiyah oleh seorang pegawai Pemda di Tangerang. Anak-anak ini berasal dari berbagai latar belakang dan daerah yang berbeda. Terutama dari kalangan tidak mampu dan anak yatim.

Memang, Kunjungan Kasih ini sebagai salah satu tugas wajib Mata Kuliah bagi mahasiswa, namun melihat hasil selama ini, terbukti kegiatan awal bagi mereka ini berdampak baik bagi mahasiswa. Tak hanya di tempat ini, sebab setiap semester, kelompok mahasiswa membuat kegiatan disarankan melakukan di tempat yang berbeda. Ada Panti jompo, Sekolah anak berkebutuhan khusus, panti sosial anak-anak jalanan, dsb. Banyak diantara mereka selesai kegiatan ini, seperti kecanduan untuk melakukannya lagi. Diantaranya ada yang bersedia meluangkan waktu senggangnya untuk menjadi sukarelawan, mengajar mengaji, rutin kunjungan kasih sendiri, dan kepekaan sosialnya meningkat.

Sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah kesan saya terhadap anak-anak yang kami kunjungi. Mereka nampak senang, itu pasti. Tetapi tidak tahu setelah kami pulang, apakah rasa senang atas kedatangan kami itu berubah bahagia, atau malah sebaliknya. Saya hanya berandai andai atas kenyataan mereka melalui gambaran dari kondisi tempat tinggal mereka. Kebetulan saat itu saya hanya berperan mengambil gambar, baik gambar di sekitar atau kegiatan yang dilakukan mahasiswa, ada permainan, ada presentasi tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang dilakukan seorang Dosen Cantik, serta hiburan dari KBT.

Saat memasuki kamar tidur mereka untuk ambil gambar, terdapat kasur lantai digulung warnanya tak karuan, bantal lusuh, tempat baju di kardus-kardus bekas, cat dinding tak terawat. Kamar tanpa plafon dan dinding triplek samping terdapat tulisan seperti yang difoto tersebut. Itu tak perlu penjelasan, sudah cukup jelas menggambarkan kondisi mereka, suka duka kebersamaan dan saling dukung diantara mereka, anak-anak panti.

Interpretasi terhadap tulisan di dinding kamar tak akan sama bagi para pembacanya. Makanya alngkah lebih baik jika rasa yang timbul dari tulisan itu berkembang sendiri diantara kita.

Masih banyak saudara kita, anak kita yang memiliki nasib serupa mereka. Mereka butuh kepekaan kita untuk bertindak. Mari kita mulai kebaikan dari hal-hal terkecil diantara kita. spr